Lihat Berita

Sinergi Dan Inovasi: PGRI Jawa Timur Gelar Konferensi Kerja Provinsi Pertama

30 Januari 2026    52

Suasana sidang pleno Konferensi Kerja Provinsi I PGRI Jawa Timur di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi. Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur sedang menyampaikan sambutan pembukaan yang menekankan pentingnya kerja kolektif dan partisipasi seluruh pengurus.

Sinergi dan Inovasi: PGRI Jawa Timur Gelar Konferensi Kerja Provinsi Pertama

Ali Basyah

Banyuwangi, 31 Januari 2026. PGRI Provinsi Jawa Timur menggelar momentum strategis dalam perjalanan organisasi dengan menyelenggarakan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I untuk Masa Bakti XXIII (2024-2029). Acara yang berlangsung pada 30-31 Januari 2026 ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah forum vital untuk mengevaluasi capaian dan menyusun rencana aksi yang terukur dan inklusif.

Bertempat di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi, konferensi ini menjadi ajang pertemuan para penggerak organisasi dari seluruh tingkatan di Jawa Timur. Kehadiran perwakilan yang lengkap menandakan komitmen bersama untuk tidak hanya membicarakan program, tetapi juga memastikan implementasinya dapat dirasakan oleh seluruh anggota dan dunia pendidikan.

Siapa saja yang terlibat dalam perumusan aksi kolektif ini? Konferensi ini dihadiri oleh spektrum peserta yang sangat luas, mulai dari Pengurus Provinsi, utusan Pengurus Besar PGRI, hingga seluruh Pengurus PGRI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Keragaman ini memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi dari akar rumput hingga tingkat provinsi.

Tidak ketinggalan, turut hadir perwakilan dari Cabang dan Cabang Khusus, perangkat kelengkapan organisasi, serta utusan dari Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) dan Perguruan Tinggi PGRI. Keterlibatan unsur-unsur penting ini memperkaya diskusi dengan perspektif akademik dan operasional, sehingga strategi yang dirumuskan tidak hanya ideal tetapi juga aplikatif di lapangan.

Arah dan semangat konferensi ini semakin dipertegas oleh pesan Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa pola kerja organisasi yang hanya terpusat di tangan Ketua dan Sekretaris saja adalah keliru. "Organisasi kita harus bergerak dengan prinsip ‘bekerja semua, bersama-sama’," tegasnya. Prinsip kolektivitas ini dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menjalankan amanat dan program organisasi.

"Satu tim, satu suara. Dalam pidato pembukaannya, Ketua PGRI Jawa Timur mengajak seluruh pengurus untuk meninggalkan model kerja sentralistik dan beralih ke kolaborasi sejati. Sudah siapkah kita untuk 'bekerja semua, bersama-sama' membawa perubahan?

Dengan filosofi tersebut, agenda konferensi difokuskan untuk membangun mekanisme kerja yang partisipatif. Para peserta secara aktif merumuskan Program Kerja 2026 yang rinci dan operasional, menyelaraskan Program Mandatori dari Pengurus Besar, serta merancang kegiatan sarasehan untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem organisasi yang inklusif, di mana setiap pengurus merasa memiliki tanggung jawab dan peran dalam setiap capaian.

Pesan Ketua PGRI Jatim menjadi pecut moral bagi seluruh peserta untuk mengubah paradigma kerja. Hasil Konkerprov I, yang mencakup program kerja, mandat, dan komitmen kolaborasi, harus segera diimplementasikan secara merata oleh semua pihak. Setiap kabupaten/kota dan cabang diharapkan tidak hanya menunggu instruksi, tetapi aktif mengambil inisiatif berdasarkan kerangka kerja bersama yang telah disepakati.

Oleh karena itu, momentum ini adalah ajakan terbuka bagi seluruh kader untuk turun tangan dan berkontribusi nyata. Dengan semangat "bekerja semua, bersama-sama", diharapkan program-program PGRI Jawa Timur tidak hanya tertulis rapi di atas kertas, tetapi hidup dan berdampak luas bagi peningkatan kualitas pendidikan serta kesejahteraan guru di seluruh Jawa Timur sepanjang tahun 2026.

Sesi diskusi interaktif antara peserta dari berbagai daerah dan latar belakang organisasi. Gambar ini menggambarkan semangat gotong royong dalam merumuskan program kerja, sesuai dengan pesan "bekerja semua, bersama-sama".